RAHMI BANTU PENGRAJIN KERAMIK TRADISIONAL


Pengrajin Keramik asal Dusun Lumbuduo Desa Ayuhulalo Kecamatan Pulubala akhirnya memperoleh sentuhan dari ketua PKK Kabupaten Gorontalo Rahmijati Jahja. Hal ini berkat temuan yang diperoleh dari kegiatan pendataan Dasawisma Tingkat Kecamatan Pulubala yang berakhir kemarin. Selasa 24/02
Hadijah Tahapali selaku pemimpin kelompok usaha saat dikunjungi oleh rombongan PKK mengatakan bahwa usaha keramik yang digelutinya itu merupakan kerajinan warisan dari leluhurnya dimana ia sendiri selaku pewaris saat ini telah menjalankan usaha itu selama 35 tahun. Kerajinan yang diolah secara tradisional itu masih mampu bertahan dengan mengandalkan 8 orang pemahat yang hampir seluruhnya adalah ibu-ibu juga dari kalangan keluarga sendiri.
Menyinggung mengenai keberlangsungan usaha tersebut Hadijah mengaku bahwa usaha yang dijalankannya tersebut tidak dapat berkembang disebabkan oleh kurangnya dana sebagai modal usaha, serta masih mengandalkan pasar local. Sehingganya dengan adanya sentuhan berupa dana bantuan tersebut menurut Hadijah memberikan harapan baru bagi usahanya.”Kami belum pernah menerima sentuhan dana dari siapa pun kecuali dari ibu Rahmijati” Ungkap Hadijah
Read More...

DEKRANASDA RANCANG PAKAIAN KERAWANG JADI



Untuk menarik minat masyarakat dan wisatawan bagi kerajinan daerah khsususnya kerawang, salah satu cara yang ditempuh adalah dengan membuat pakaian kerawang jadi, ini perlu dilakukan mengingat dizaman serba instant masyarakat tidak ingin direpotkan apalagi dengan membeli kerawang masih dalam bentuk bahan. Ini diungkapkan oleh Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Rahmijati Jahja dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Gorontalo dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh Kepala sekolah Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (SRSI) berlangsung di Aula Rumah dinas Bupati Gorontalo. Sabtu 21/02
Rahmijati mengatakan bahwa konsep tersebut saat ini tengah diupayakan, dengan melibatkan kelompok kerajinan kerawang binaan PKK untuk membuat pakaian kerawang jadi. Selain itu pula Rahmijati mengatakan bahwa khusus dilingkungan pelajar, Dekranasda telah membuat nota kesepahaman memory of out standing (MOU) dengan SRSI SMP Negeri I Limboto untuk turut membuat desain pakaian kerawang jadi yang selanjutnya secara kesel;uruhan akan pajangkan pada sentra Kriya Rumah Pintar Kabupaten Gorotalo.Rahmijati pula dalam penjelasannya menekankan bahwa untuk dapat menarik minat pasar, Kerawang harus dibuat dari bahan yang bermutu dengan cirri khas tertentu seperti kerawang ikat dengan bahan sutera.
Sementara itu Kepala Sekolah RSBI SMPN I Limboto dalam penjelasannya mengungkapkan bahwa untuk menindaklanjuti hasil kesepakatan tersebut pihaknya saat ini tengah membina 50 siswa yang diarahkan untuk menjadi pfofesional dalam kerajinan kerawang dengan cara memasukan kerawang dalam kurikulum pendidikan seni budaya di sekolah.
Read More...

Video Gallery