Dekranasda Kabupaten Gorontalo bersama Pimpinan Dekranasda Kabupaten Kota se Provinsi Gorontalo Selasa 22/12 kemarin memaparkan program pada Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Gorontalo bertempat di Belle Lim’bui.
Sekertaris Dekranasda Kabupaten Gorontalo Fatmah Tuna. S.Ag mewakili ketua Dekranasda Kabupaten Gorontalo hadir dan didampingi oleh pengurus Dekranasda Ismail Wantu, Abd. Wahid Djunaid,Syamsia Djamaru, Vera Kurniawati Kente dan Zulkifli Mohi, S.Pd yang masing-masing dari unsur Disperindagkop, sekertariat Dekranasda dan Humas memaparkan sejumlah program Dekranasda Kabupaten Gorontalo.
Dalam paparannya Fatmah Tuna menguraikan sejumlah jenis kerajinan yang ada di Kabupaten Gorontalo dengan menitikberatkan kerajinan kerwang sebagai program utama dari Kabupaten Gorontalo dengan alasan bahwa kerawang sebagai ciri khas milik gorontalo.
Untuk mendukung usaha tersebut ungkap fatma banyak kebijakan yang telah ditempuh oleh ketua Dekranasda Kabupaten Gorontalo Rahmijati yang meliputi kebijakan menaikan tarif bagi pengrajin kerawang dengan standar upah berkisar antara 100 ribu hingga 150 ribu rupiah untuk meningkatkan perekonomian keluarga, mengkolaborasikan motif kerawang dengan batik, menggunakan bahan sutra baik lokal dan impor yang dimaksdkan untuk memenuhi kebutuhan pasar serta membentuk titik pusat kerajinan kerawang ditingkat kecamatan dibawah binaan langsung PKK yang setiap saat menjadi pemasok kerawang, serta yang paling populer adalah didirikannya Pondok Karawo di Kelurahan Bulota yang sebelumnya telah diresmikan oleh ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo. Dalam paparan itu pula Fatmah turut menyentil tentang sentra kriya Rumah pintar yang diharapkan menjadi pajangan kerajinan kerawang pakaian jadi yang diolah secara langsung didalamnya.” apalagi telah difasilitasi dengan perlengkapan menjahit dan obras oleh provinsi” Jelas Fatma
Fatmah pula menambahkan meski kerawang menjadi perhatian, tatapi Dekranasda Kabupaten tidak menutup diri bagi kerjanian lainnya seperti kerajinam sulaman bambu yang dikenal dengan nama ”titihe” yang dibuat dalam berbagai bentuk.
Untuk melengkapi paparan tersebut Fatma Tuna memberikan informasi tentang keberadaan Dekranasda Kabupaten Gorontalo melalui jalur situs internet yang berlamatkan www. dekranasda-kabgtlo.blogspot.com yang kemudian laporan tersebut diserahkan kepada ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo Hana Hasanah Fadel Mohamad


